Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden RI ke enam dan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh Rakyat Indonesia. Bersama Drs. M. Jusuf Kalla sebagai wakil presidennya, beliau terpilih dalam pemilihan presiden di 2004 dengan mengusung agenda "Indonesia yang lebih Adil, Damai, Sejahtera dan Demokratis", mengungguli Presiden Megawati Soekarnoputri dengan 60% suara pemilih. Pada 20 Oktober 2004 Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik beliau menjadi Presiden.
Pada tanggal 20 Oktober 2009, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono kembali di lantik sebagai Presiden RI untuk periode 2009-2014, setelah bersama pasangannya Prof. Dr. Boediono memenangkan Pemilihan Umum Presiden pada 8 Juli 2009 dalam satu putaran langsung dengan memperoleh 60,80%, mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto.
Presiden SBY, seperti banyak rakyat memanggilnya, lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. Seorang ilmuwan teruji, beliau meraih gelar Master in Management dari Webster University, Amerika Serikat tahun 1991. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor, dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian.. Pada 2005, beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa, masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum, dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik.
Susilo Bambang Yudhoyono meraih lulusan terbaik AKABRI Darat tahun 1973, dan terus mengabdi sebagai perwira TNI sepanjang 27 tahun. Beliau meraih pangkat Jenderal TNI pada tahun 2000. Sepanjang masa itu, beliau mengikuti serangkaian pendidikan dan pelatihan di Indonesia dan luar negeri, antara lain Seskoad dimana pernah pula menjadi dosen, serta Command and General Staff College di Amerika Serikat. Dalam tugas militernya, beliau menjadi komandan pasukan dan teritorial, perwira staf, pelatih dan dosen, baik di daerah operasi maupun markas besar. Penugasan itu diantaranya, Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad, Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kepala Staf Teritorial TNI.
Selain di dalam negeri, beliau juga bertugas pada misi-misi luar negeri, seperti ketika menjadi Chief Military Observer United Nations Peace Keeping Operations (CMO UNPKO) dan Komandan Kontingen Indonesia di Bosnia Herzegovina pada 1995-1996.
Setelah mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun, beliau mengalami percepatan masa pensiun maju 5 tahun ketika menjabat Menteri di tahun 2000. Atas pengabdiannya, beliau menerima 24 tanda kehormatan dan bintang jasa, diantaranya Satya Lencana PBB UNPKF, Bintang Dharma dan Bintang Maha Putra Adipurna. Atas jasa-jasanya yang melebihi panggilan tugas, beliau menerima bintang jasa tertinggi di Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna.
Sebelum dipilih rakyat dalam pemilihan presiden langsung, Presiden Yudhoyono melaksanakan banyak tugas-tugas pemerintahan, termasuk sebagai Menteri Pertambangan dan Energi serta Menteri Koordinator Politik, Sosial dan Keamanan pada Kabinet Persatuan Nasional di jaman Presiden Abdurrahman Wahid. Beliau juga bertugas sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Gotong-Royong di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Pada saat bertugas sebagai Menteri Koordinator inilah beliau dikenal luas di dunia internasional karena memimpin upaya-upaya Indonesia memerangi terorisme.
Presiden Yudhoyono juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform, suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia. Beliau adalah juga Ketua Dewan Pembina di Brighten Institute, sebuah lembaga kajian tentang teori dan praktik kebijakan pembangunan nasional.
Pada beberapa tahun terakhir, Presiden Yudhoyono juga berperan aktif dalam berbagai forum internasional, termasuk dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup. Sejak pelaksanaan Konferensi Bali mengenai Perubahan Iklim di tahun 2007, yang menghasilkan Bali Road Map, hingga pertemuan sejenis di Kopenhagen yang menghasilkan Copenhagen Accord,Presiden Yudhoyono selalu memberikan kontribusi nyata. Presiden Yudhoyono juga memprakarsai terbentuknya Coral Triangle Initiative,yang merupakan upaya kerjasama antara Indonesia, Malaysia, Philipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor Leste dan Brunei Darussalam, dalam melindungi keanekaragaman sumber daya hayati lautan di wilayah ini, serta terbentuknya Forest - 11 (F-11), kelompok negara-negara pemilik hutan tropis di dunia. Atas berbagai upaya tersebut, pada pembukaan The 11th Special Session of The Governing Council/Global Ministerial Enviromental Forum pada bulan Februari 2010 lalu di Bali, Presiden Yudhoyono mendapatkan penghargaan UNEP Award Leadership in Marine and Ocean Management.
Presiden Yudhoyono adalah seorang penggemar baca dengan koleksi belasan ribu buku, dan telah menulis sejumlah buku dan artikel seperti: Transforming Indonesia: Selected International Speeches (2005), Peace deal with Aceh is just a beginning (2005), The Making of a Hero (2005), Revitalization of the Indonesian Economy: Business, Politics and Good Governance (2002), dan Coping with the Crisis - Securing the Reform (1999). Ada pula Taman Kehidupan, sebuah antologi yang ditulisnya pada 2004. Presiden Yudhoyono adalah penutur fasih bahasa Inggris.
Presiden Yudhoyono adalah seorang Muslim yang taat. Beliau menikah dengan Ibu Ani Herrawati dan mereka dikaruniai dengan dua anak lelaki. Pertama, Kapten Inf Agus Harimurti Yudhoyono, lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 dan telah menyelesaikan Program Master di bidang Strategic Studies di IDSS, Nanyang Technological University, Singapura. Pada akhir bulan mei 2010 yang bersangkutan juga telah menyelesaikan Program Master di bidang Public Policy di Kennedy School of Goverment, Harvard University, Amerika Serikat. Telah menikah dengan Annisa Larasati Pohan, dan dikaruniai seorang putri, Almira Tunggadewi Yudhoyono.
Kedua, Edie Baskoro Yudhoyono, lulusan bachelor of Commerce Finance dan Electronic Commerce dari Curtin University of Technology,Perth, Western Australia, serta lulusan Program Master bidang International Political Economy di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Saat ini aktif sebagai anggota DPR RI dan sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan jamuan santap siang dengan kepala negara dan pemerintahan peserta Bali Democracy Forum IV di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (8/12) siang. Presiden mengawali santap siang bersama pemimpin Asia ini dengan humor segar.
Salah satu pilar demokrasi, kata Presiden, adalah hak asasi manusia. "Salah satu hak asasi manusia yang melekat adalah hak atas pangan. Jadi, saya tidak ingin merusak acara makan siang ini dengan pidato panjang. Jika saya lakukan, saya pasti akan melanggar hak Anda untuk rezeki," canda Presiden SBY yang disambut senyum para pemimpin.
Hadir dalam jamuan santap siang ini tujuh kepala negara/pemerintahan Asia dan wakilnya. Mereka adalah Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, Presiden Srilanka Mahinda Rajapaksa, PM Mongolia Sukhbaatar Batbold, PM Qatar Sheikh Hamad Bin jassim Bin Jabr Al-Thani, dan PM Timor Leste Xanana Gusmao. Kemudian, Wakil Presiden Filipina Jejomar Binay dan Wakil PM Turki Bulent Binay.
Pada kesempatan ini, Presiden berbagi dengan para pemimpin tentang pemikirannya mengapa Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaran forum antarpemerintah Asia ini. "Keindahan alam Bali, ketenangan, dan keramahan orang-orangnya yang dikenal di seluruh dunia. Pantai berpasir yang luas, yang sawahnya bertingkat-tingkat dan subur, dan udara pegunungan yang sejuk telah memberi isyarat jutaan pengunjung," . "Di sini terdapat tradisi yang kaya dan bersemangat, budaya, serta iman bercokol dalam kehidupan sehari-hari, memberikan bukti bahwa semboyan nasional Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika atau persatuan dalam keanekaragaman, tetap menjadi inti untuk identitas nasional kami,". Presiden berharap selama kunjungan singkat ini para pemimpin dan delegasi menyisihkan waktu sejenak untuk benar-benar menghargai kualitas khusus Bali, Pulau Dewata yang telah memberikan kontribusi besar terhadap sejarah diplomasi.
"Tentu saja, selama empat tahun terakhir Bali telah menjadi rumah bagi kita, Bali Democracy Forum. Sebuah atribut paling pas diberikan dan melekat pada tradisi Bali, yaitu keterbukaan dan toleransi. Namun, Bali juga menyediakan pengaturan untuk tonggak kerjasama ASEAN dan pembangunan komunitas, termasuk dalam mempromosikan daerah, kedaiamainl, dan kemakmuran,".
Kita ingin Presiden SBY menangis dan bersedih, berempati langsung kepada keluarga yang anaknya satu demi satu meninggal. Meninggal akibat kemelaratan yang menderanya. Satu demi satu sebuah keluarga anaknya meninggal. Enam orang anaknya seluruhnya meninggal. Tak tersisa. Sangat getir. Presiden SBY yang lahir di kota Pacitan, mestinya sanngat paham. Karena Pacitan dalam kurun waktu yang panjang rakyatnya di dera kemiskinan yang akut. Makanan rakyatnya tiwul, yang terbuat dari gaplek. Mestinya Presiden SBY sangat merasakan penderitaan itu, dan langsung mengulurkan tangannya kepada keluarga yang miskin itu. Masih hampir 100 juta lebih penduduk negeri ini yang miskin, dan masih 40 juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Fakta sosial yang lekat dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dibantah. Tidak bisa dibantah oleh data-data statistik yang disajikan oelh BPS. Tidak bisa dibantah oleh laporan yang dibuat oleh Menko Ekuin. Kehidupan rakyat sehari-hari di pedesaan sangat sulit. Banyak diantara mereka hidup tanpa penghasilan, yang memadai.
Bagaimana 80 persen rakyat Papua hidup di bawah garis kemiskinan? Sedangkan di Papua ada tambang emas di Free Port? Bagaimana propinsi-propinsi lainya? Adakah mereka sama dengan kondisi rakyat di Papua yang rata-rata miskin. Padahal negeri ini sangat melimpah sumber daya alamnya. Papua memiliki sumber daya alam, seperti emas, tembaga, dan lainnya, yang menghasilkan triliun rupiah. Tetapi, kehidupan rakyatnya tak banyak berubah, sejak Papua menjadi bagian Indonesia.
Akhir-akhir banyak rakyat yang memilih hidup dengan jalan bunuh diri. Karena mereka sudah tidak mampu lagi menerima beban hidup yang amat berat. Penderitaan yang tidada henti. Penderitaan yang terus menerus. Akhirnya mereka melakuakn bunuh diri. Kemiskinan yang akut membuat mereka hanya memilih satu-satunya jalan dengan bunuh diri.
Mestinya, Presiden SB Y sedih menangis, dan merespon dengan langsung peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dialami rakyat. Bukan malah Presiden menyampaikan di depan para perwaira TNI dan Kepolisian di Mabes TNI, yang menyatakan sudah tujuah gajinya tak naik. Seharusnya Presiden berkaca layakkah mengucapkan seperti itu. Tidakkah seharusnya Presiden SBY, merasa bahwa apa yang dilakukannya belum ada arti apa-apa, di bandingkan dengan kenyataan yang dihadapi oleh rakyatnya.
Akhir-akhir banyak rakyat yang memilih hidup dengan jalan bunuh diri. Karena mereka sudah tidak mampu lagi menerima beban hidup yang amat berat. Penderitaan yang tidada henti. Penderitaan yang terus menerus. Akhirnya mereka melakuakn bunuh diri. Kemiskinan yang akut membuat mereka hanya memilih satu-satunya jalan dengan bunuh diri.
Mestinya, Presiden SB Y sedih menangis, dan merespon dengan langsung peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dialami rakyat. Bukan malah Presiden menyampaikan di depan para perwaira TNI dan Kepolisian di Mabes TNI, yang menyatakan sudah tujuah gajinya tak naik. Seharusnya Presiden berkaca layakkah mengucapkan seperti itu. Tidakkah seharusnya Presiden SBY, merasa bahwa apa yang dilakukannya belum ada arti apa-apa, di bandingkan dengan kenyataan yang dihadapi oleh rakyatnya.
Presiden SBY mestinya sedih dan menangis. Ketika mengeluarkan 12 instruksi untuk menyelesaikan kasusnya Gayus. Tetapi, sesudah sehari dikeluarkannya 12 instruksi Presiden, justru majelis hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan, hanya memvonis Gayus hanya 7 tahun penjara, ditambah denda Rp 300 juta rupiah. Tengoklah kehidupan rakyat di lereng-lereng Merapi dan Bromo? Pasca gunung Merapi meletus, sekarang mereka menghadapi lahar dingin yang menghancurkan. Rumah-rumah mereka hancur luluh lantak. Sebagaian mereka masih hidup di tenda-tenda. Mengapa pemerintah tidak segera mengambil keputusan memberikan tempat tinggal yang layak. Agar mereka bisa hidup kembali secara normal. Tapi dibiarkan sampai hari ini dalam penderitaannya.
Der Herr Jesus immer segnen, lieben und offenen Armen seiner Liebe für alle Menschen, die seine Sünden zu beichten wollen und wollen Teil des Herrn Jesus zu bleiben, obwohl viele Versuchungen und Hindernisse, die neghalangi aber immer noch in meinem Herzen Herrn Jesus.
Jumat, 03 Februari 2012
Rabu, 01 Februari 2012
Kerusuhan Mei 1998
Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei - 15 Mei 1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Bandung, dan Surakarta. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Tak hanya itu, seorang aktivis relawan kemanusiaan yang bergerak di bawah Romo Sandyawan, bernama Ita Martadinata Haryono, yang masih seorang siswi SMU berusia 18 tahun, juga diperkosa, disiksa, dan dibunuh karena aktivitasnya. Ini menjadi suatu indikasi bahwa kasus pemerkosaan dalam Kerusuhan ini digerakkan secara sistematis, tak hanya sporadis.Kemarahan masyarakat terhadap kebrutalan aparat keamanan dalam peristiwa Trisakti dialihkan kepada orang Indonesia sendiri yang keturunan, terutama keturunan Cina. Betapa amuk massa itu sangat menyeramkan dan terjadi sepanjang siang dan malam hari mulai pada malam hari tanggal 12 Mei dan semakin parah pada tanggal 13 Mei siang hari setelah disampaikan kepada masyarakat secara resmi melalui berita mengenai gugurnya mahasiswa tertembak aparat.
Sampai tanggal 15 Mei 1998 di Jakarta dan banyak kota besar lainnya di Indonesia terjadi kerusuhan besar tak terkendali mengakibatkan ribuan gedung, toko maupun rumah di kota-kota Indonesia hancur lebur dirusak dan dibakar massa. Sebagian mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat namun tidak dapat mengendalikan banyaknya massa yang marah.
Setelah kerusuhan, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia pada abad ke 20, yang tinggal hanyalah duka, penderitaan, dan penyesalan. Bangsa ini telah menjadi bodoh dengan seketika karena kerugian material sudah tak terhitung lagi padahal bangsa ini sedang mengalami kesulitan ekonomi. Belum lagi kerugian jiwa di mana korban yang meninggal saat kerusuhan mencapai ribuan jiwa. Mereka meninggal karena terjebak dalam kebakaran di gedung-gedung dan juga rumah yang dibakar oleh massa. Ada pula yang psikologisnya menjadi terganggu karena peristiwa pembakaran, penganiayaan, pemerkosaan terhadap etnis Cina maupun yang terpaksa kehilangan anggota keluarganya saat kerusuhan terjadi. Sangat mahal biaya yang ditanggung oleh bangsa ini. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Sebagian masyarakat mengasosiasikan peristiwa ini dengan peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal yang sistematis atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama yang dianggap kunci dari peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa bukti-bukti konkret tidak dapat ditemukan atas kasus-kasus pemerkosaan tersebut, namun pernyataan ini dibantah oleh banyak pihak.
Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya masyarakat Indonesia secara keseluruhan setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian (genosida) terhadap orang Tionghoa, walaupun masih menjadi kontroversi apakah kejadian ini merupakan sebuah peristiwa yang disusun secara sistematis oleh pemerintah atau perkembangan provokasi di kalangan tertentu hingga menyebar ke masyarakat.
Pada bulan Mei 2010, Andy Yentriyani, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat di Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), meminta supaya dilakukan amandemen terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Menurut Andy, Kitab UU Hukum Pidana hanya mengatur tindakan perkosaan berupa penetrasi alat kelamin laki-laki ke alat kelamin perempuan. Namun pada kasus Mei 1998, bentuk kekerasan seksual yang terjadi sangat beragam. Sebanyak 85 korban saat itu (data Tim Pencari Fakta Tragedi Mei 1998), disiksa alat kelaminnya dengan benda tajam, anal, dan oral. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut belum diatur dalam pasal perkosaan Kitab UU Hukum Pidana.
Sampai tanggal 15 Mei 1998 di Jakarta dan banyak kota besar lainnya di Indonesia terjadi kerusuhan besar tak terkendali mengakibatkan ribuan gedung, toko maupun rumah di kota-kota Indonesia hancur lebur dirusak dan dibakar massa. Sebagian mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat namun tidak dapat mengendalikan banyaknya massa yang marah.
Setelah kerusuhan, yang merupakan terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia pada abad ke 20, yang tinggal hanyalah duka, penderitaan, dan penyesalan. Bangsa ini telah menjadi bodoh dengan seketika karena kerugian material sudah tak terhitung lagi padahal bangsa ini sedang mengalami kesulitan ekonomi. Belum lagi kerugian jiwa di mana korban yang meninggal saat kerusuhan mencapai ribuan jiwa. Mereka meninggal karena terjebak dalam kebakaran di gedung-gedung dan juga rumah yang dibakar oleh massa. Ada pula yang psikologisnya menjadi terganggu karena peristiwa pembakaran, penganiayaan, pemerkosaan terhadap etnis Cina maupun yang terpaksa kehilangan anggota keluarganya saat kerusuhan terjadi. Sangat mahal biaya yang ditanggung oleh bangsa ini. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi". Sebagian masyarakat mengasosiasikan peristiwa ini dengan peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal yang sistematis atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi. Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama yang dianggap kunci dari peristiwa kerusuhan Mei 1998. Pemerintah mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa bukti-bukti konkret tidak dapat ditemukan atas kasus-kasus pemerkosaan tersebut, namun pernyataan ini dibantah oleh banyak pihak.
Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya masyarakat Indonesia secara keseluruhan setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian (genosida) terhadap orang Tionghoa, walaupun masih menjadi kontroversi apakah kejadian ini merupakan sebuah peristiwa yang disusun secara sistematis oleh pemerintah atau perkembangan provokasi di kalangan tertentu hingga menyebar ke masyarakat.
Pada bulan Mei 2010, Andy Yentriyani, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat di Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), meminta supaya dilakukan amandemen terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Menurut Andy, Kitab UU Hukum Pidana hanya mengatur tindakan perkosaan berupa penetrasi alat kelamin laki-laki ke alat kelamin perempuan. Namun pada kasus Mei 1998, bentuk kekerasan seksual yang terjadi sangat beragam. Sebanyak 85 korban saat itu (data Tim Pencari Fakta Tragedi Mei 1998), disiksa alat kelaminnya dengan benda tajam, anal, dan oral. Bentuk-bentuk kekerasan tersebut belum diatur dalam pasal perkosaan Kitab UU Hukum Pidana.
Jumat, 27 Januari 2012
Kerusuhan Bima
Koalisi Rakyat NTB yang tergabung dari berbagai elemen merilis kronoligis terjadinya bentrok berdarah di area Pelabuhan Sape yang terjadi, Jumat 24 Desember 2011.
Koalisi Rakyat NTB tersebut terdiri dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Mahasiswa Lambu (Kamil) Mataram, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Barat, Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Kelompok itu juga terdiri dari Komite Persiapan Pemuda Merdeka (KP SPM), LBH Reform, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), HMI MPO, Himpinan Mahasiswa Frado (HMF) Bima, Tim Pembela Petani Lambu (TPPL), Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), SERIKAT PETANI INDONESIA (SPI NTB).
Inilah kronologis bentrokan berdarah di Pelabuhan Sape, Bima yang dirilis, Sabtu (24/12) :
1 - Protes massa rakyat Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat atas kebijakan yang diambil oleh Bupati Bima mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan dalam bentuk Surat Keputusan Nomor 188.45/347/004/2010 tanggal 28 April 2010 yang di berikan kepada PT.Sumber Mineral Nusantara dengan Luas 24.980 hektar untuk melaksanakan ekplorasi mineral emas (Au) dan mineral pengikutnya selama 5 tahun dengan luas 24.080 hektar di Kecamatan Sape, Lambu dan Langgudu. PT.Sumber Mineral Nusantara juga memiliki perizinan (Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum) dari Kementerian ESDM dengan Kepmen Nomor 1463.K/29/2000 tertanggal 22 mei 2008 dengan nomor kuasa pertambangan Nomor 621 tahun 2008.
2 – 8 Januari dan 31 Januari 2011 : Warga masyarakat Lambu, Sape dan Langgudu menggelar aksi massa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang sebanyak dua kal dalam bentuk aksi masa. Warga yang berasal dari tiga kecamatan menggelar aksi massa yang ketiga pada Pada kamis 10 Februari 2011. Aksi itu diikuti ribuan masa rakyat yang berujung pada pembakaran kantor camat Lambu dan beberapa kendaraan yang ada serta menimbulkan korban tembak atas nama Muhammad Nasir yang kena tembak bagian kaki dan Pengadilan Negeri Bima mengkriminal empat warga atas tuduhan pengerusakan.
3- Atas insiden ini warga dan aktivis pergerakan melakukan laporan ke Komnas HAM di Jakarta. Komnas HAM memberikan beberapa Rekomendasi Nomor 2.784/K/KPMT/XI/2011 09 November 2011 kepada Bupati Bima agar menjaga ketertiban, memperbaiki sistem informasi dan sosialisasi, mendesak jaminan kelestarian, bersama menteri ESDM dan Dinas ESDM Provinsi NTB untuk menjalankan pengawasan dan menghentikan aktivitas PT SMN, serta melaksanaan CSR, berikut juga menyampaikan perkembangan ke Komnas HAM selama 30 hari sejak surat diterima.
4- Surat yang dikluarkan Komnas HAM tidak hanya ditujukan kepada Bupati Bima, Komnas HAM juga mendesak Kapolda Nusa Tenggara Barat untuk melakukan langkah koordinatif dan komunikatif dengan seluruh unsur Pemda, tokoh masyarakat untuk mencegah konflik horizontal, melakukan evaluasi kelembagaan terhadap Kapolresta Bima, memeriksa dan memberikan sanksi hukum pada anggota kepolisian yang menggunakan peluru tajam saat aksi, dan menjamin kebebasan dalam menyampaikan aspirasi.
5- Pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bima Jumat 02 Desember 2011 melakukan penangkapan terhadap Adi Supriadi alias Japong Korlap Aksi 10 Februari 2011. Atas penangkpan Adi Supriadi Alias Japong ini menyulut kemarahan massa rakyat yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang (FRANT) dan melakukan konsolidasi untuk melakukan aksi protes dalam bentuk Pemblokiran Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima yang di mulai Selasa 20 Desember 2011.
6- 24 Desember 2011 Pukul 09.00 Wita, masa yang berkumpul di Pelabuhan Sape dibubarkan secara paksa. Penembakan oleh Aparat Keamanan terjadi pukul 09.00 Wita, dimana aparat kepolisian awalnya melakukan tembakan peringatan sehingga 200 massa rakyat yang tersisa melakukan pemblokiran, berhamburan mencari perlindungan, sementara di tempat terpisah aparat kepolisian memblokir warga yang menuju pelabuhan untuk bergabung kembali namun tak ada selang waktu aparat kepolisian pun membrondong tembakan kearah 200 massa rakyat di pelabuhan sape hingga belasan luka-luka diantaranya meninggal dunia .
7- Aparat juga melakukan juga menceburkan warga ke laut yang hingga kini belum ditemukan serta aparat melakukan pengejaran terhadap masyarakat yang sebelumnya menduduki pelabuhan Sape
Polri sudah mengetahui siapa-siapa saja yang memprovokasi aksi pembakaran kantor Bupati Bima dan kantor KPU Bima di Nusa Tenggara Barat. Insiden ini berujung pada aksi pembebasan puluhan tahanan di Rutan Bima.
Polri sudah mengetahui siapa-siapa saja yang memprovokasi aksi pembakaran kantor Bupati Bima dan kantor KPU Bima di Nusa Tenggara Barat. Insiden ini berujung pada aksi pembebasan puluhan tahanan di Rutan Bima.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, di antaranya dari pihak pemda di mana ia berada di dalam kantor saat peristiwa pembakaran terjadi.
Polisi saat ini sudah mengidentifikasi sepuluh orang provokator yang menyebabkan terjadinya amuk massa susulan di Bima, Nusa Tenggara Barat
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, para provokator tersebut berasal dari orang-orang yang ikut dalam demonstrasi di Pelabuhan Sape, Bima yang juga berujung bentrokan yang menimbulkan korban jiwa.
Aksi ini merupakan buntut dari kerusuhan sebelumnya di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat dimana 43 warga ditahan. Aksi tersebut sebenarnya dipicu Surat Keputusan Nomor 188 tahun 2010 tentang pertambangan yang dianggap merugikan warga. Namun, bupati Bima awalnya tidak mau mencabut SK tersebut yang akhirnya menyulut emosi massa. Setelah berhasil membebaskan 43 warga yang ditahan, massa kemudian berkumpul di sejumlah titik dan menuju ke Kantor Bupati sampai akhirnya melakukan aksi pembakaran. Bukan hanya kantor bupati saja yang menjadi sasaran, kantor KPUD tiddak luput dari amukan massa tersebut. Sepuluh ribu lebih warga yang mengamuk dan membakar Kantor Bupati Bima pada Kamis sore juga membebaskan paksa 53 orang tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan Raba Bima.
Saksi mengatakan, ribuan warga itu mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Raba, Kabupaten Bima, dan meminta para tahanan titipan polisi terkait insiden berdarah di Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011, dilepas saat itu juga.
Massa mengancam jika tidak dilepas maka Lapas Raba Bima itu juga akan dibakar, sehingga petugas lapas memenuhi tuntutan mereka. Polisi diminta bergerak cepat dalam menangani kasus pembakaran kantor Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat. "Kalau sudah membakar itu sudah anarkistis, karenanya tidak bisa ditolerir. Perlu tindakan tegas dari polisi," kata Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Priyo Budi Santoso. Seperti diketahui, kantor Bupati Bima, Ferry Zulkarnain dan KPUD Bima dibakar massa yang berunjuk rasa guna mendesak pencabutan SK ekspolrasi tambang di Sape. Menurutnya, tindakan anarkis itu dipicu oknum yang dengan sengaja menyulut kemarahan warga setempat sehingga melakukan tindakan anarkis.
Koalisi Rakyat NTB tersebut terdiri dari Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional (STN), Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND), Kesatuan Mahasiswa Lambu (Kamil) Mataram, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Barat, Front Mahasiswa Nasional (FMN).
Kelompok itu juga terdiri dari Komite Persiapan Pemuda Merdeka (KP SPM), LBH Reform, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), HMI MPO, Himpinan Mahasiswa Frado (HMF) Bima, Tim Pembela Petani Lambu (TPPL), Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI), SERIKAT PETANI INDONESIA (SPI NTB).
Inilah kronologis bentrokan berdarah di Pelabuhan Sape, Bima yang dirilis, Sabtu (24/12) :
1 - Protes massa rakyat Kecamatan Lambu Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat atas kebijakan yang diambil oleh Bupati Bima mengeluarkan Ijin Usaha Pertambangan dalam bentuk Surat Keputusan Nomor 188.45/347/004/2010 tanggal 28 April 2010 yang di berikan kepada PT.Sumber Mineral Nusantara dengan Luas 24.980 hektar untuk melaksanakan ekplorasi mineral emas (Au) dan mineral pengikutnya selama 5 tahun dengan luas 24.080 hektar di Kecamatan Sape, Lambu dan Langgudu. PT.Sumber Mineral Nusantara juga memiliki perizinan (Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum) dari Kementerian ESDM dengan Kepmen Nomor 1463.K/29/2000 tertanggal 22 mei 2008 dengan nomor kuasa pertambangan Nomor 621 tahun 2008.
2 – 8 Januari dan 31 Januari 2011 : Warga masyarakat Lambu, Sape dan Langgudu menggelar aksi massa yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang sebanyak dua kal dalam bentuk aksi masa. Warga yang berasal dari tiga kecamatan menggelar aksi massa yang ketiga pada Pada kamis 10 Februari 2011. Aksi itu diikuti ribuan masa rakyat yang berujung pada pembakaran kantor camat Lambu dan beberapa kendaraan yang ada serta menimbulkan korban tembak atas nama Muhammad Nasir yang kena tembak bagian kaki dan Pengadilan Negeri Bima mengkriminal empat warga atas tuduhan pengerusakan.
3- Atas insiden ini warga dan aktivis pergerakan melakukan laporan ke Komnas HAM di Jakarta. Komnas HAM memberikan beberapa Rekomendasi Nomor 2.784/K/KPMT/XI/2011 09 November 2011 kepada Bupati Bima agar menjaga ketertiban, memperbaiki sistem informasi dan sosialisasi, mendesak jaminan kelestarian, bersama menteri ESDM dan Dinas ESDM Provinsi NTB untuk menjalankan pengawasan dan menghentikan aktivitas PT SMN, serta melaksanaan CSR, berikut juga menyampaikan perkembangan ke Komnas HAM selama 30 hari sejak surat diterima.
4- Surat yang dikluarkan Komnas HAM tidak hanya ditujukan kepada Bupati Bima, Komnas HAM juga mendesak Kapolda Nusa Tenggara Barat untuk melakukan langkah koordinatif dan komunikatif dengan seluruh unsur Pemda, tokoh masyarakat untuk mencegah konflik horizontal, melakukan evaluasi kelembagaan terhadap Kapolresta Bima, memeriksa dan memberikan sanksi hukum pada anggota kepolisian yang menggunakan peluru tajam saat aksi, dan menjamin kebebasan dalam menyampaikan aspirasi.
5- Pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Bima Jumat 02 Desember 2011 melakukan penangkapan terhadap Adi Supriadi alias Japong Korlap Aksi 10 Februari 2011. Atas penangkpan Adi Supriadi Alias Japong ini menyulut kemarahan massa rakyat yang tergabung dalam Front Rakyat Anti Tambang (FRANT) dan melakukan konsolidasi untuk melakukan aksi protes dalam bentuk Pemblokiran Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima yang di mulai Selasa 20 Desember 2011.
6- 24 Desember 2011 Pukul 09.00 Wita, masa yang berkumpul di Pelabuhan Sape dibubarkan secara paksa. Penembakan oleh Aparat Keamanan terjadi pukul 09.00 Wita, dimana aparat kepolisian awalnya melakukan tembakan peringatan sehingga 200 massa rakyat yang tersisa melakukan pemblokiran, berhamburan mencari perlindungan, sementara di tempat terpisah aparat kepolisian memblokir warga yang menuju pelabuhan untuk bergabung kembali namun tak ada selang waktu aparat kepolisian pun membrondong tembakan kearah 200 massa rakyat di pelabuhan sape hingga belasan luka-luka diantaranya meninggal dunia .
7- Aparat juga melakukan juga menceburkan warga ke laut yang hingga kini belum ditemukan serta aparat melakukan pengejaran terhadap masyarakat yang sebelumnya menduduki pelabuhan Sape
Polri sudah mengetahui siapa-siapa saja yang memprovokasi aksi pembakaran kantor Bupati Bima dan kantor KPU Bima di Nusa Tenggara Barat. Insiden ini berujung pada aksi pembebasan puluhan tahanan di Rutan Bima.
Polri sudah mengetahui siapa-siapa saja yang memprovokasi aksi pembakaran kantor Bupati Bima dan kantor KPU Bima di Nusa Tenggara Barat. Insiden ini berujung pada aksi pembebasan puluhan tahanan di Rutan Bima.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, di antaranya dari pihak pemda di mana ia berada di dalam kantor saat peristiwa pembakaran terjadi.
Polisi saat ini sudah mengidentifikasi sepuluh orang provokator yang menyebabkan terjadinya amuk massa susulan di Bima, Nusa Tenggara Barat
Menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, para provokator tersebut berasal dari orang-orang yang ikut dalam demonstrasi di Pelabuhan Sape, Bima yang juga berujung bentrokan yang menimbulkan korban jiwa.
Aksi ini merupakan buntut dari kerusuhan sebelumnya di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat dimana 43 warga ditahan. Aksi tersebut sebenarnya dipicu Surat Keputusan Nomor 188 tahun 2010 tentang pertambangan yang dianggap merugikan warga. Namun, bupati Bima awalnya tidak mau mencabut SK tersebut yang akhirnya menyulut emosi massa. Setelah berhasil membebaskan 43 warga yang ditahan, massa kemudian berkumpul di sejumlah titik dan menuju ke Kantor Bupati sampai akhirnya melakukan aksi pembakaran. Bukan hanya kantor bupati saja yang menjadi sasaran, kantor KPUD tiddak luput dari amukan massa tersebut. Sepuluh ribu lebih warga yang mengamuk dan membakar Kantor Bupati Bima pada Kamis sore juga membebaskan paksa 53 orang tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan Raba Bima.
Saksi mengatakan, ribuan warga itu mendatangi Lembaga Pemasyarakatan Raba, Kabupaten Bima, dan meminta para tahanan titipan polisi terkait insiden berdarah di Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011, dilepas saat itu juga.
Massa mengancam jika tidak dilepas maka Lapas Raba Bima itu juga akan dibakar, sehingga petugas lapas memenuhi tuntutan mereka. Polisi diminta bergerak cepat dalam menangani kasus pembakaran kantor Bupati Bima, Nusa Tenggara Barat. "Kalau sudah membakar itu sudah anarkistis, karenanya tidak bisa ditolerir. Perlu tindakan tegas dari polisi," kata Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Priyo Budi Santoso. Seperti diketahui, kantor Bupati Bima, Ferry Zulkarnain dan KPUD Bima dibakar massa yang berunjuk rasa guna mendesak pencabutan SK ekspolrasi tambang di Sape. Menurutnya, tindakan anarkis itu dipicu oknum yang dengan sengaja menyulut kemarahan warga setempat sehingga melakukan tindakan anarkis.
Kamis, 26 Januari 2012
RADIKALISME (BASIS UMAT TERLUPAKAN)
Kelompok Islam tradisional, termasuk kelompok Islam Moderat , cenderung berpolitik praktis dan meninggalkan basis umat . Akibatnya, Kelompok Islam Radikal mulai masuk ke umat di masjid- masjid , lembaga pendidikan serta madrasah-madrasah dan pesantren , sampai perguruan tinggi. Kondisi itu berpotensi meningkatkan radikalisme di masyarakat.
Kelompok Islam tradisional banyak dimaNfaatkan figur senior mereka untuk kepentingan kampanye politis ."Mereka mendapat akses finansial dari politisi dan melupakan basis kampus," Kelompok Islam tradisional yang mengklaim sebagai Islam Moderat Juga Kurang Turun ke Umat di masjid - masjid. Akibatnya kelompok Islam radikal mulai intensif mendekati umat di masjid-masjid dan di kalangan anak muda. Dalam SUatu penelitian, ditemukan 2,5persen penduduk Indonesia meyakini untuk memperjuangkan negara islam ."Sebanyak 2,5persen terlihat kecil . Namun 2,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia tidak kecil. Diperlukan gerakan bersama dari hulu, baik melalui pendidikan maupun tokoh kepemudaan sehingga umat Islam memiliki Pandangan luas dan jelas. Dalam deradikalisasi, perlu diberdayakan kelompok Islam Moderat . "Islam moderat mengklaim mayoritas, tetapi tidak memiliki network dan dana.
Kelompok Islam tradisional banyak dimaNfaatkan figur senior mereka untuk kepentingan kampanye politis ."Mereka mendapat akses finansial dari politisi dan melupakan basis kampus," Kelompok Islam tradisional yang mengklaim sebagai Islam Moderat Juga Kurang Turun ke Umat di masjid - masjid. Akibatnya kelompok Islam radikal mulai intensif mendekati umat di masjid-masjid dan di kalangan anak muda. Dalam SUatu penelitian, ditemukan 2,5persen penduduk Indonesia meyakini untuk memperjuangkan negara islam ."Sebanyak 2,5persen terlihat kecil . Namun 2,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia tidak kecil. Diperlukan gerakan bersama dari hulu, baik melalui pendidikan maupun tokoh kepemudaan sehingga umat Islam memiliki Pandangan luas dan jelas. Dalam deradikalisasi, perlu diberdayakan kelompok Islam Moderat . "Islam moderat mengklaim mayoritas, tetapi tidak memiliki network dan dana.
Minggu, 22 Januari 2012
Tahun Baru Imlek
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
14 November 1740. Ribuan orang keturunan Tionghoa dibunuh di Batavia oleh Belanda. Tanpa ampun, tubuh mereka di lempar ke sungai di utara Jakarta sehingga menjadi merah darah. Itulah sungai yang sekarang dikenal dengan Kali Angke (Angke=Merah). Setelah itu, mereka tiarap dan bersikap apolitis hampir dua abad lamanya.
1955-1965. Orde lama di bawah Soekarno memberi ruang terhadap warga
keturunan Tionghoa. Lewat poros Jakarta-Peking, nyaris Indonesia tiada sekat
dengan negara tirai bambu tersebut. Suntikkan dana dan hibah dari Cina
pun mengalir. Salah satunya bantuan ribuan mata cangkul hasil lobi
DN Aidit. Pada era ini, juga tidak sedikit keturunan Tionghoa yang menjadi menteri.
1965-1997. Setelah runtuhnya rezim Orde Lama, ribuan orang keturunan Tionghoa
kembali terlunta-lunta. Tidak sedikit yang dibunuh. Saat Soeharto berkuasa ini,
keturunan Tionghoa hanya diberi ruang di sektor bisnis perdagangan. Tapi tetap bersikap apolitis. Meski populasinya sedikit, tetapi menguasai hampir seluruh sektor perekonomian.
1998. Jelang reformasi, ratusan perempuan keturunan ini diisukan diperkosa dan tidak
sedikit yang jadi korban akibat kekerasan yang meluas di sejumlah kota. Pertokoan yang diidentikkan dengan etnis tersebut mengalami penjarahan. Belum jelas hingga kini siapa pelakunya. Semua masih penuh misteri.
2000. Era Presiden Abdurrahman Wahid, tahun baru penanggalan Cina di jadi iklan sebagai hari libur nasional. Simbol kecinaan pun bebas beredar, seperti tari barongsai dan upacara di Klenteng.
2008. Imlek masih bisa menghirup udara libur nasional. Meski hanya meriah
di kalangan keturunan Tionghoa semata, gaung sketsa perubahan peradaban itu
terus menggema. Imlek, atau sebutan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa ini mungkin sudah tak asing lagi di Indonesia. Pasalnya tahun baru China ini pun kerap dijadikan hari libur nasional semenjak pemerintahan Presiden Gusdur . Nah yang menariknya lagi tradisi imlek ini sangat kental dan sangat terasa meskipun suasananya di Indonesia.
Sekedar informasi saja, jika kita tengok di kawasan jakarta contohnya mall-mall di jakarta seolah berubah warna dengan nuansa merah. Banyak sekali berbagai macam perlengkapan yang di jual untuk memeperingati imlek ini. Sayangnya saya tidak membeli satu pun hanya sekedar meilhat- lihat kemeriahan imlek yang tersebar di sejumlah pusat-pusat perbelanjaa di Ibu Kota.
Kue keranjang merupakan salah satu tradisi tahun baru China, kita mengenalnya dodol China. Di jakarta sendiri masyarakat Tionghoa cukup banyak jadi, dipastikan jika hari imlek tiba biasanya makanan ini slalu dibagikan bukan hanya sesama masyarakat Tionghoa saja namun penduduk setempat pun dapat kebagian makanan tersebut.
Tradisi imlek erat kaitannya dengan budaya memberikan Angpao, dengan memberikan angpao masyarakat Tionghoa percaya bahwa akan menambah rezeki yang lebih banyak lagi. Pemberian angpao biasanya dberikan pada orang dewasa kepada anak kecil. Yang perlu diperhatikan dalam pemberian angpao ini biasanya berisi uang kertas bukan uang logam.
Bagi masyarakat Tionghoa percaya bahwa warna merah merupakan salah satu warna yang ditakuti nian. Jika kita baca dari mitodologi Tionghoa nian merupakan makhluk hidup buas yang hidup dilaut dan pada hari tahun baru tiba makhluk itu keluar untuk mengganggu manusia terutama anak-anak.
Imlek pun sangat identik dengan hujan, bagi masyarakat kita hujan malah membuat malas beraktifitas namun berbeda untuk masyarakat Tionghoa dikala Imlek, hujan sepanjang perayaan imlek pun dikaitkan sebagai sumber rezeki, dengan turunya hujan maka banyak rezeki yang berdatangan di muka bumi.
Sehari sebelum menjelang Imlek biasanya orang Tionghoa menyapu rumah hingga bersih, hal tersebut dimaksudkan agar membuang semua kesialan. Namun ada juga beberapa benda yang perlu dihindari yakni sikat dan sapu. Nah khusus di hari imlek kegiatan menyapu/ membersihkan rumah dilarang dilakukan karena dipercaya akan menyapu semua keberuntungan yang berdatangan.
Tahun baru China/ Imlek mungkin bisa menjadi moment spesial untuk kita semua dalam saling bersilaturahmi. Biasanya di moment ini banyak sanak saudara dan juga kerabat yang saling berkunjung layaknya seperti lebaran idul fitri dan perayaan natal. Trelepas dari semua itu tradisi imlek pun di Indonesia sudah hampir sama seperti budaya Indonesia yang selalu diperingati setiap tahunnya.
Dalam hitungan jam, seluruh rakyat Republik Rakyat China dan keturunan di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek. Di Indonesia, dan juga di negara lainnya, Tahun Baru Imlek, yang menandai awal musim semi, erat kaitannya dengan ang pao.
Secara harafiah, ang pao berarti amplop yang berwarna merah. Ang pao telah menjadi salah satu simbol Tahun Baru Imlek. Pada hari raya ini, ada tradisi bahwa seseorang yang telah menikah memberikan ang pao yang berisi uang kepada orang yang lebih muda dan belum menikah. Soal jumlah, hal ini tergantung pada kemampuan dan kerelaan dari sang pemberi.
Menurutnya, tradisi memberi ang pao telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya tanpa putus. Tradisi Tionghoa juga mengenal pemberian ang pao yang diberikan tujuh hari menjelang Imlek. Budi menyebut hal ini sebagai Hari Persaudaraan.
Tradisi Imlek Pemberian ang pao bukan satu-satunya tradisi yang dilakukan ketika Imlek. Tradisi lainnya yang menonjol adalah sembahyang leluhur. Sebelum Imlek, para warga Tionghoa umumnya turut bahu-membahu membersihkan makam para leluhurnya. Tak hanya itu, pada hari pertama Imlek, para warga Tionghoa melakukan sembahyang untuk para leluhur.
Pada ritual sembahyang, mereka menyajikan makanan, minuman, dan buah di altar almarhum dan almarhumah. Budi mengatakan, sembahyang leluhur bukanlah tradisi tanpa makna. "Ini menunjukkan bakti kepada orangtua, yang tidak hanya merawat dan menjaganya hingga meninggal, tetapi juga setelah meninggal. Ini mengingatkan bahwa kita berada di dunia ini tidak semata-mata karena Tuhan, tetapi juga orangtua. Terkait tradisi santap kue lapis, jeruk, kue keranjang, ikan bandeng, tokoh Konghucu ini menilai hal ini tak lain hasil interaksi budaya China dengan masyarakat lokal. Kue keranjang atau nian gao disebut-sebut berkaitan dengan harapan agar rezeki selama satu tahun mendatang manis.
Selain itu, atraksi barongsai juga turut menyemarakkan Imlek. Budi mengatakan, atraksi barongsai terinspirasi dari Kilin, makhluk suci bagi umat Konghucu. Rupanya menyerupai naga, memiliki kulit bersisik, dan bertanduk satu. Kilin muncul ketika Nabi Konghucu lahir dan wafat.
Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat japada tahun 4707, 4706, atau 4646.
Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Macau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.
14 November 1740. Ribuan orang keturunan Tionghoa dibunuh di Batavia oleh Belanda. Tanpa ampun, tubuh mereka di lempar ke sungai di utara Jakarta sehingga menjadi merah darah. Itulah sungai yang sekarang dikenal dengan Kali Angke (Angke=Merah). Setelah itu, mereka tiarap dan bersikap apolitis hampir dua abad lamanya.
1955-1965. Orde lama di bawah Soekarno memberi ruang terhadap warga
keturunan Tionghoa. Lewat poros Jakarta-Peking, nyaris Indonesia tiada sekat
dengan negara tirai bambu tersebut. Suntikkan dana dan hibah dari Cina
pun mengalir. Salah satunya bantuan ribuan mata cangkul hasil lobi
DN Aidit. Pada era ini, juga tidak sedikit keturunan Tionghoa yang menjadi menteri.
1965-1997. Setelah runtuhnya rezim Orde Lama, ribuan orang keturunan Tionghoa
kembali terlunta-lunta. Tidak sedikit yang dibunuh. Saat Soeharto berkuasa ini,
keturunan Tionghoa hanya diberi ruang di sektor bisnis perdagangan. Tapi tetap bersikap apolitis. Meski populasinya sedikit, tetapi menguasai hampir seluruh sektor perekonomian.
1998. Jelang reformasi, ratusan perempuan keturunan ini diisukan diperkosa dan tidak
sedikit yang jadi korban akibat kekerasan yang meluas di sejumlah kota. Pertokoan yang diidentikkan dengan etnis tersebut mengalami penjarahan. Belum jelas hingga kini siapa pelakunya. Semua masih penuh misteri.
2000. Era Presiden Abdurrahman Wahid, tahun baru penanggalan Cina di jadi iklan sebagai hari libur nasional. Simbol kecinaan pun bebas beredar, seperti tari barongsai dan upacara di Klenteng.
2008. Imlek masih bisa menghirup udara libur nasional. Meski hanya meriah
di kalangan keturunan Tionghoa semata, gaung sketsa perubahan peradaban itu
terus menggema. Imlek, atau sebutan tahun baru bagi masyarakat Tionghoa ini mungkin sudah tak asing lagi di Indonesia. Pasalnya tahun baru China ini pun kerap dijadikan hari libur nasional semenjak pemerintahan Presiden Gusdur . Nah yang menariknya lagi tradisi imlek ini sangat kental dan sangat terasa meskipun suasananya di Indonesia.
Sekedar informasi saja, jika kita tengok di kawasan jakarta contohnya mall-mall di jakarta seolah berubah warna dengan nuansa merah. Banyak sekali berbagai macam perlengkapan yang di jual untuk memeperingati imlek ini. Sayangnya saya tidak membeli satu pun hanya sekedar meilhat- lihat kemeriahan imlek yang tersebar di sejumlah pusat-pusat perbelanjaa di Ibu Kota.
Kue keranjang merupakan salah satu tradisi tahun baru China, kita mengenalnya dodol China. Di jakarta sendiri masyarakat Tionghoa cukup banyak jadi, dipastikan jika hari imlek tiba biasanya makanan ini slalu dibagikan bukan hanya sesama masyarakat Tionghoa saja namun penduduk setempat pun dapat kebagian makanan tersebut.
Tradisi imlek erat kaitannya dengan budaya memberikan Angpao, dengan memberikan angpao masyarakat Tionghoa percaya bahwa akan menambah rezeki yang lebih banyak lagi. Pemberian angpao biasanya dberikan pada orang dewasa kepada anak kecil. Yang perlu diperhatikan dalam pemberian angpao ini biasanya berisi uang kertas bukan uang logam.
Bagi masyarakat Tionghoa percaya bahwa warna merah merupakan salah satu warna yang ditakuti nian. Jika kita baca dari mitodologi Tionghoa nian merupakan makhluk hidup buas yang hidup dilaut dan pada hari tahun baru tiba makhluk itu keluar untuk mengganggu manusia terutama anak-anak.
Imlek pun sangat identik dengan hujan, bagi masyarakat kita hujan malah membuat malas beraktifitas namun berbeda untuk masyarakat Tionghoa dikala Imlek, hujan sepanjang perayaan imlek pun dikaitkan sebagai sumber rezeki, dengan turunya hujan maka banyak rezeki yang berdatangan di muka bumi.
Sehari sebelum menjelang Imlek biasanya orang Tionghoa menyapu rumah hingga bersih, hal tersebut dimaksudkan agar membuang semua kesialan. Namun ada juga beberapa benda yang perlu dihindari yakni sikat dan sapu. Nah khusus di hari imlek kegiatan menyapu/ membersihkan rumah dilarang dilakukan karena dipercaya akan menyapu semua keberuntungan yang berdatangan.
Tahun baru China/ Imlek mungkin bisa menjadi moment spesial untuk kita semua dalam saling bersilaturahmi. Biasanya di moment ini banyak sanak saudara dan juga kerabat yang saling berkunjung layaknya seperti lebaran idul fitri dan perayaan natal. Trelepas dari semua itu tradisi imlek pun di Indonesia sudah hampir sama seperti budaya Indonesia yang selalu diperingati setiap tahunnya.
Dalam hitungan jam, seluruh rakyat Republik Rakyat China dan keturunan di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek. Di Indonesia, dan juga di negara lainnya, Tahun Baru Imlek, yang menandai awal musim semi, erat kaitannya dengan ang pao.
Secara harafiah, ang pao berarti amplop yang berwarna merah. Ang pao telah menjadi salah satu simbol Tahun Baru Imlek. Pada hari raya ini, ada tradisi bahwa seseorang yang telah menikah memberikan ang pao yang berisi uang kepada orang yang lebih muda dan belum menikah. Soal jumlah, hal ini tergantung pada kemampuan dan kerelaan dari sang pemberi.
Menurutnya, tradisi memberi ang pao telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya tanpa putus. Tradisi Tionghoa juga mengenal pemberian ang pao yang diberikan tujuh hari menjelang Imlek. Budi menyebut hal ini sebagai Hari Persaudaraan.
Tradisi Imlek Pemberian ang pao bukan satu-satunya tradisi yang dilakukan ketika Imlek. Tradisi lainnya yang menonjol adalah sembahyang leluhur. Sebelum Imlek, para warga Tionghoa umumnya turut bahu-membahu membersihkan makam para leluhurnya. Tak hanya itu, pada hari pertama Imlek, para warga Tionghoa melakukan sembahyang untuk para leluhur.
Pada ritual sembahyang, mereka menyajikan makanan, minuman, dan buah di altar almarhum dan almarhumah. Budi mengatakan, sembahyang leluhur bukanlah tradisi tanpa makna. "Ini menunjukkan bakti kepada orangtua, yang tidak hanya merawat dan menjaganya hingga meninggal, tetapi juga setelah meninggal. Ini mengingatkan bahwa kita berada di dunia ini tidak semata-mata karena Tuhan, tetapi juga orangtua. Terkait tradisi santap kue lapis, jeruk, kue keranjang, ikan bandeng, tokoh Konghucu ini menilai hal ini tak lain hasil interaksi budaya China dengan masyarakat lokal. Kue keranjang atau nian gao disebut-sebut berkaitan dengan harapan agar rezeki selama satu tahun mendatang manis.
Selain itu, atraksi barongsai juga turut menyemarakkan Imlek. Budi mengatakan, atraksi barongsai terinspirasi dari Kilin, makhluk suci bagi umat Konghucu. Rupanya menyerupai naga, memiliki kulit bersisik, dan bertanduk satu. Kilin muncul ketika Nabi Konghucu lahir dan wafat.
Jumat, 20 Januari 2012
ES KACANG MERAH
Bahan :
50 gram kacang merah, dicuci bersih
air secukupnya untuk merebus
75 gram gula pasir
Bahan sirup gula merah :
25 gram gula merah
75 mL air
5 sendok makan gula pasir
Bahan topping :
7 sendok makan santan instan
1 sendok teh susu kental manis
air sedikit saja
Pelengkap :
3 bongkah kecil es batu kotak/bulat
Sekarang ke dapur yukz :
Rebus kacang merah bersama air hingga benar-benar empuk.
Saat kacang merah agak empuk, masukkan gula pasirnya, lalu rebus hingga larut. Sisihkan.
Rebus air bersama gula merah dan gula pasir, lalu saring dan sisihkan.
Siapkan gelas cantik, masukkan sirup gula merah dan kacang merah yang sudah direbus tadi.
Sekarang rebus santan bersama susu kental manis dan air, sebentar saja.
Siramkan di atas permukaan gelas tadi, tambahkan es batu.
Sajikan dingin.
Tips :
- Saat merebus kacang merah, kuantitas airnya agak diperbanyak, agar benar-benar empuk.
- Kacang merah memang agak jarang ditemui. Untuk daerah Bandung, kami pernah mengulasnya di Rendang Sapi.
- Kami terbiasa menyimpan sirup gula merah sebagai stock di dalam kulkas. Jika Anda pun sudah memilikinya, cukup dengan 7 sendok makan saja yang digunakan untuk satu gelas.
- Untuk lebih mempercantik tampilannya, es batu yang digunakan bisa yang lucu bentuknya, dimana sekarang cetakan es batu sudah beraneka ragam bentuknya.
50 gram kacang merah, dicuci bersih
air secukupnya untuk merebus
75 gram gula pasir
Bahan sirup gula merah :
25 gram gula merah
75 mL air
5 sendok makan gula pasir
Bahan topping :
7 sendok makan santan instan
1 sendok teh susu kental manis
air sedikit saja
Pelengkap :
3 bongkah kecil es batu kotak/bulat
Sekarang ke dapur yukz :
Rebus kacang merah bersama air hingga benar-benar empuk.
Saat kacang merah agak empuk, masukkan gula pasirnya, lalu rebus hingga larut. Sisihkan.
Rebus air bersama gula merah dan gula pasir, lalu saring dan sisihkan.
Siapkan gelas cantik, masukkan sirup gula merah dan kacang merah yang sudah direbus tadi.
Sekarang rebus santan bersama susu kental manis dan air, sebentar saja.
Siramkan di atas permukaan gelas tadi, tambahkan es batu.
Sajikan dingin.
Tips :
- Saat merebus kacang merah, kuantitas airnya agak diperbanyak, agar benar-benar empuk.
- Kacang merah memang agak jarang ditemui. Untuk daerah Bandung, kami pernah mengulasnya di Rendang Sapi.
- Kami terbiasa menyimpan sirup gula merah sebagai stock di dalam kulkas. Jika Anda pun sudah memilikinya, cukup dengan 7 sendok makan saja yang digunakan untuk satu gelas.
- Untuk lebih mempercantik tampilannya, es batu yang digunakan bisa yang lucu bentuknya, dimana sekarang cetakan es batu sudah beraneka ragam bentuknya.
RESEP IKAN WOKU BELANGA MANADO
Bahan
■4 ekor ikan kerapu, bersihkan, potong menjadi 2 bagian
■1 butir jeruk nipis, ambil airnya
■½ sdt garam
■3 sdm minyak, untuk menumis
■8 butir bawang merah, iris tipis
Haluskan
■15 buah cabai rawit merah
■2 cm kunyit
■3 cm jahe
■4 butir kemiri
■½ sdt garam
■2 batang daun bawang, iris 1 cm ■4 tangkai kemangi, ambil daunnya ■½ lembar daun kunyit, belah dua, simpulkan ■3 lembar daun jeruk purut ■1 lembar daun pandan ■1 batang serai, memarkan ■250 ml air Cara membuat
■
1.lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam, sisihkan.
2.tumis bawang merah dan bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan bumbu lainnya, aduk sampai layu. Tambahkan air, biarkan sampai mendidih. Masukkan ikan kerapu, masak sampai ikan matang dan bumbu meresap, angkat.
■4 ekor ikan kerapu, bersihkan, potong menjadi 2 bagian
■1 butir jeruk nipis, ambil airnya
■½ sdt garam
■3 sdm minyak, untuk menumis
■8 butir bawang merah, iris tipis
Haluskan
■15 buah cabai rawit merah
■2 cm kunyit
■3 cm jahe
■4 butir kemiri
■½ sdt garam
■2 batang daun bawang, iris 1 cm ■4 tangkai kemangi, ambil daunnya ■½ lembar daun kunyit, belah dua, simpulkan ■3 lembar daun jeruk purut ■1 lembar daun pandan ■1 batang serai, memarkan ■250 ml air Cara membuat
■
1.lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam, sisihkan.
2.tumis bawang merah dan bumbu halus sampai harum dan matang. Masukkan bumbu lainnya, aduk sampai layu. Tambahkan air, biarkan sampai mendidih. Masukkan ikan kerapu, masak sampai ikan matang dan bumbu meresap, angkat.
Langganan:
Postingan (Atom)